3 Hari
*****************************************
Hari Yang Pertama : Hari Kemarin (Pasti)
Anda tidak bisa mengubah apa pun yang terjadi.
Anda tidak bisa menarik perkataan yang telah diucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan.
Atau anda tak mungkin lagi mengulangi kegembiraan.
Jadi Biarkan saja hari kemarin lewat, lepaskan saja, Iklaskan saja semuanya yang terjadi.
**********************************************
Yang Kedua : Hari Esok (Future)
Hingga mentari esok hari terbit. anda tidak pernah tau apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa2 untuk esok hari.
Anda mungkin ceria ataupun sedih di hari esok
Esok hari belum tiba; biarkan saja.
************************************************** *
Yang tersisa hanya ; hari ini (present)
Pintu masa lalu telah tertutup; Pintu masa depan pun belum terbuka. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat bekerja lebih banyak untuk hari ini, bila anda memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan hari esok.
Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya, karena yang ada hanya hari ini.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat meski mereka melakukan hal buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena besok cerita mungkin berganti dan anda kehilangan kesempatan untuk itu.
Ingatlah :
Anda menghargai orang lain bukan karena siapa mereka tetapi karena siapa diri anda.
Jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,
Lakukan yang terbaik selalu ... dan selalu dan selalu lakukan yang terbaik untuk hari ini... karena hanya hari ini kita punya kesempatan untuk melakukannya.
sumber :http://aneh22.blogspot.com/
Kemanjaannya yang Hilang
Setiap kebersamaanku ditengah-tengah mereka, sebuah keluarga kecil tanpa kehadiran seorang ayah, anak yang paling kecil selalu menunjukkan kemajaannya dan ketergantungannya kepada sang ibu. Dimana ada ibu, di situ dia ada..kemana ibu melangkah dia membuntutinya. Tidak siapapun yang dapat meredakan rengekannya, menghentikan teriakannya, dan seabreg cara dia mencari perhatian, selian sang ibu. Merepotkan...
Suatu hari aku mengajaknya untuk silaturahim kepada kakek dan neneknya. Di luar dugaan, dia sangat tertarik dan bersemangat untuk segera berangkat. kontan aku merasa heran dan bingung, bagaimana jika dia ngamuk diperjalanan yang lumayan jauh, jika ngambek ingin pulang dan bertemu dengan ibunya?
Ayo, bi...!Aduuh, gawaaat...dia nagih terus ingin segera berangkat.
Di tengah perjalanan dari rumah sampai bus, aku bertanya tentang kesanggupan mngikuti syarat2nya. Iya, bi...! aku mau ke eyang, bi. Bus berangkat siang hari. Hal ini membuatku sangat khawatir karena pastinya tiba di tujuan malam hari. Rasa gundah dan bingung melanda hatiku. Biasanya dalam situasi itu hanya doa senjata utama yang dapat menenangkanku dan menyemangati.
Selama perjalanan mulutku tak henti mengalunkan doa-doa harapan agar menyusupkan rasa tenang dan sabar.
Allahu akbar... Allah bersama kami. Dia dapat melewati perjalanan ini dengan baik dan sabar. sampailah kami di tujuan dengan selamat.
Malam pertama si kecil berada jauh dari sang ibu. Kebiasaan sebelum tidur merengek, marah2, dan berbagai aktivitas buruk dia yang tak bisa dihentikan kecuali oleh sang ibu, malam itu tidak muncul.Dia melewatinya dengan keceriaan berada di tengah2 keluarga besar yang di dalamnya ada para lelaki yang sejenis dengannya. Begitu pula hari berikutnya.
Sungguh menyenangkan, membahagiakan, menentrankan hatiku... dan aku bergumam, ternyata anak sebesar ini juga bisa mendiri..tidak manja, tidak caper...Terima kasih nak, bibi janji akan mengajakmu lagi untuk silaturahim
Kebahagiaan Semu
Bahagia terasa..
saat harapan menjadi nyata
relung hati terasa berseri-seri
memancarkan rasa yang tak dapat diungkap dengan kata
Indah terasa..
Saat kehadirannya memecah sepi dalam kesendirian
menyirami jiwa yang merana
dia tawarkan kebahagiaan, kedamaian, dan keceriaan
Tapi waktu terus berputar
dan selalu menyadarkan bahwa rasa itu pun akan segera beranjak
sadarlah..ingatlah..
jangan terpikat dengan kebahagiaan semu
tak ada yang abadi di kehidupan fana ini
Raihlah kebahagiaan dan cinta yang abadi..
Kebahagiaan dan cinta yang tak pernah meninggalkanmu jika kamu tidak meninggalkanNya
Rengkuhlah Dia dalam cintamu,
rengkuhlah Dia dalam harapanmu,
rengkuhlah Dia dalam imanmu,
rengkuhlah Dia dalam hidup matimu, maka kau akan mendapatkan kebahagiaan sejati
Badai Pasti Berlalu
Badai Pasti Berlalu
Saat badai meerjang, semua yang tampak hanya ketegangan, kepanikan, stress, dan berbagai perasaan buruk mendera.
Begitu pula saat badai menerpa biduk mahligai cinta.
kebohongan, menutup diri, membela diri, hingga mencoba melemparkan kesalahan kepada pasangan.
hilang sirna segala keindahan saat dilewati bersama, yang muncul di memori ingatan hanya keburukan pasangan hingga prasangka buruk yang selalu menghatui.
Itulah pase kritis yang harus dijalani.
Bagaimana melewatinya agar dapat lulus/ selamat dari badai tersebut?
Ketetapan Tuhan akan menyertai segala doa dan upaya yang diinginkan.
in memori
01-052011
Bangkitlah!
Bangkitlah!
Tahun berganti, kian lama kau diberi kesempatan untuk bisa selalu berbenah diri. Dalam perjalan hidup yang berwarna-warni.
Astagfirullahal 'adziin..
Kau mengawali tahun ini dengan sebuah ujian yang harus kau jalani dan lewati dengan ketegaran dan istiqomah di jalanNya
Sungguh berat dalam kondisi ini.
Siapkan tekad, luruskan niat dan jalani dengan tetap di jalan kebenaran.
Tidak ada yang ingin dengan kondisi seperti ini, namun semoga ini adalah pilihan hidup yang lebih baik dari sebelumnya, jadikan ini batu loncatan untuk mempersiapkan diri untuk berbenah, memperbaiki diri, untuk menyongsong hidup yang terbsik..semoga...aamiiin.
Bangkitlsh!
Selama kau tetap yakin atas kemahakussaanNya, keperkasaanNya, keagunganNya... kau tidak kehilangan apapun.
bangkitlah!
Ada kehidupan yang lebih menjanjikan kebaikan, kebahagiaan, kedamaian, keberkahan.
ada orang-orang yang menerima kehadiranmu, merengkuhmu,
Aku Ingin Dicintai Kerana Allah ( ZafiruDDin ZiYaaD )
Jika kau mencintaiku kerana sifatku yang ceria
Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu
Kemudian aku bertanya
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka
Seberapa muram cintamu kan ada?
Jika kau mencintaiku karena kecantikanku
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?
Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
Membuatmu yakin pada putusanku
Kemudian aku bertanya
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?
Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?
Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintamu bertahan?
Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?
Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
Kemudian aku bertanya
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?
Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya
Kala iman itu jatuh menurun
Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena
Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya
Pun hati ini tergoncang
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?
Andai sejuta alasan tak cukup
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini....
Aku ingin kau cintai karena Allah..
Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku berpulang pada-Nya..
Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu
Kemudian aku bertanya
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka
Seberapa muram cintamu kan ada?
Jika kau mencintaiku karena kecantikanku
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?
Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
Membuatmu yakin pada putusanku
Kemudian aku bertanya
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?
Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?
Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintamu bertahan?
Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?
Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
Kemudian aku bertanya
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?
Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya
Kala iman itu jatuh menurun
Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena
Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya
Pun hati ini tergoncang
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?
Andai sejuta alasan tak cukup
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini....
Aku ingin kau cintai karena Allah..
Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku berpulang pada-Nya..
Bunga di tamanku
Ku lihat bunga itu tampak hampir layu
Namun suatu pagi, di hari Selasa
kembali ku melihat bunga itu
namun sungguh tampak berbeda
dia tampak agak segar
Ku perhatikan apa gerangan yang membuatnya berubah
O..ternyata di pagi itu ada jejak seseorang yang diharapkan menyiramnya
Bunga itu semakin tampak lebih segar saat untaian kata-kata manis bergulir dihiasi sentuhan kasih orang itu
Bunga itu pun merasa terbang kembali ke masa lalu, saat masih ranum
Harapan untuk tumbuh lebih segar dan muda lagi menggeliat
Namun saat sang pengasih pergi, kemarau kering kerontang
tak tahu kapan ia kembali bisa merasakan siraman kasihnya
berbagi rasa, menyatukan hati, saling mengagumi
sang bunga kembali ke masanya
Dia tak berani memimpikan keadaan yang sama
Namun Sang bunga tetap menaruh harapan
harapan tuk menjadi nyata
berangan-angan untuk tak lagi ditinggalkan...
Bunga merindu
Namun suatu pagi, di hari Selasa
kembali ku melihat bunga itu
namun sungguh tampak berbeda
dia tampak agak segar
Ku perhatikan apa gerangan yang membuatnya berubah
O..ternyata di pagi itu ada jejak seseorang yang diharapkan menyiramnya
Bunga itu semakin tampak lebih segar saat untaian kata-kata manis bergulir dihiasi sentuhan kasih orang itu
Bunga itu pun merasa terbang kembali ke masa lalu, saat masih ranum
Harapan untuk tumbuh lebih segar dan muda lagi menggeliat
Namun saat sang pengasih pergi, kemarau kering kerontang
tak tahu kapan ia kembali bisa merasakan siraman kasihnya
berbagi rasa, menyatukan hati, saling mengagumi
sang bunga kembali ke masanya
Dia tak berani memimpikan keadaan yang sama
Namun Sang bunga tetap menaruh harapan
harapan tuk menjadi nyata
berangan-angan untuk tak lagi ditinggalkan...
Bunga merindu
Langganan:
Postingan (Atom)