bermula dari kabar seorang teman, aku mencoba mendatangi langsung tempat dimana info tersebut diperoleh. setibanya di sana, aku membaca detail semua tulisan yang tertera. berbekal info tertulis itu aku sok tahu dan tidak mencari tahu pasti hal-hal yg bisa diikuti. aku segera ikut dalam barisan antrian tanpa banyak bertanya. hingga akhirnya aku selesai mengikuti prosesnya.
Di tengah perjalanan pulang, aku teringat seorang teman. Aku segera memencet tombol hp dan mengabarkan info ini. Temanku langsung tertarik untuk mengikutinya. Ia segera berangkat menuju ke tempat itu. Ia tanya ini dan itu. kemudian ia mengabarkn kepadaku bahwa ia bisa mengikuti semua prosesnya tanpa batasan katagori usia.
Akupun merasa keheranan, mengapa dia bisa mengikuti semua proses dari yang ditawarkan oleh sang penyelenggara? pikirku.
Aku segera menegur diriku yang cepat merasa puas atas sesuatu yang diterima dan terlena dengan pencapaian itu.
Penyerahan diri
Saat ini sungguh aku merasakan hal yang berat.
Banyak hal yang harus dapat terpenuhi dan menuntut perhatian, kerja keras,dan pengharapan yang sangat pada sang Maha Pemilik.
Ya Allah, hanya padaMu aku Bergantung. Tiada daya dan kekuatan selain atas kehendakMu. Berilah kemudahan dalam menyelesaikannya dengan sesuatu yg terbaik menurutMu.
Hanya PadaMu aku mengadu, Berikan HambaMu ini kekuatan untuk bisa menjalani dan melewatinya dengan kemudahanMu..
Berilah jalan keluar yg terbaik. Aaamiiiin.
Banyak hal yang harus dapat terpenuhi dan menuntut perhatian, kerja keras,dan pengharapan yang sangat pada sang Maha Pemilik.
Ya Allah, hanya padaMu aku Bergantung. Tiada daya dan kekuatan selain atas kehendakMu. Berilah kemudahan dalam menyelesaikannya dengan sesuatu yg terbaik menurutMu.
Hanya PadaMu aku mengadu, Berikan HambaMu ini kekuatan untuk bisa menjalani dan melewatinya dengan kemudahanMu..
Berilah jalan keluar yg terbaik. Aaamiiiin.
Berharaplah pada yang Maha Kuasa
Manusia adalah makhluk yang paling mulia, yang diciptakan Allah dengan tiga karakter lengkap yaitu akal pikiran, hati nurani dan nafsu. dengan ketiga karakter tersebut diharapkan dapat saling hidup rukun, damai dan sejahtera.
Namun dengan porsi atau kadar kemampuan dari ketiga karakter tersebut yang dimiliki oleh setiap individu berbeda-beda dalam kapasitasnya sehingga menjadikan satu dengan yang lainnya merasa berbeda karena perbedaan dalam pencapaiannya.
Oleh karena itulah yang membedakan manusia dengan mahluk ciptaan Allah yang lainnya. Ada orang yang beruntung, yaiatu orang yang berubah dari berbuat buruk kemudian mengambil hikmahnya dan berubah menjadi orang yang baik. Ada orang yang celaka yaitu orang yang baik kemudian berubah menjadi orang yang buruk.
Aku melihat hal ini terjadi pada satu orang tua siswa sebut saja ibu shasha, yang aku kenal beberapa bulan ini. Dia orang tua siswa yang baru saja masuk karena pindah dari sekolah sebelumnya. Ternyata dia sudah memindahkan anaknya tiga kali dalam waktu dua tahun ini. Awalnya dia sering menjalin komunikasi dengan saya membahas berbagai hal, mulai dari politik, bedah buku yang pernah kami baca, sampai ke masalah sosial.
Namun waktu berjalan, saya melihat ada keganjilan dari sikap dan pembicaraan yang kadang sering terpeleset pada masalah pribadinya yg saya tak mengerti asal muasalnya. Ia berbicara ngalor ngidul kadang tak karuan inti pembicaraannya.
Hari berlalu, semakin saya mulai tahu karakter dan cara pandang pada sesuatu. Yang membuat aku gerah, setiap niat baiknya pada orang lain berawal dari suatu harapan.Ia mengatakan telah memberi ini dan itu pada si ini dan si itu, dan akhirnya sering kali ia dikecewakan karena tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Ia memberi hanya karena ia ingin mendapat balasan penghormatan dari yang di beri. Sering ia menyanjung orang lain hanya karena ia ingin disanjung pula.
Semakin hari ia semakin dekat pada saya. Katanya ia merasa senang, cocok, dan nyambung dengan saya. Saya disanjung habis-habisan. Saya cerdas dan tak pantas diingkungan seperti ini. dan seabreg sanjungan, Saya diajak ke rumahnya, sampai saya dinobatkan sebagai saudara ketemu gede, saya harus menjadi bagian dalam hidupnya.saya pun jadi mulai khawatir dengan kedekatan kami. Sampai setiap memulai hari saya selalu berdoa, "Ya Allah dekatkanlah aku dengann orang2 shaleh".
Satu hari yang sangat berkesan negatif terjadi. Saat itu kami para guru dan siswa sedang sibuk dengan kegiatan belajar di luar kelas, tiba-tiba kami dikejutkan dengan keributan di luar area sekolah. Kebetulan terlihat jelas dari tempat kami belajar. ternyata keributan itu berasal dari dua orang ibu. mereka saling baku hantam sambil mengumbar kata-kata pedas.
Sungguh yang paling mengejutkan lagi ternyata salah seorang diantaranya adalah ibu shasha yang saya kenal tampak banyak tahu hal-hal yang baik dan buruknya sesuatu tindakan.
Sepanjang hari sepulang kerja, hp saya berdering terus. Saya malas mengangkatnya karena itu dari ibu shasha. Saya sudah tahu arah pembaicaraan nya pasti seputar masalah kejadian itu. Namun mengindar pun saya pikir bukan penyelesaian. Saya mencoba menceritakan masalah dia pada husband. Husband meminta saya untuk mendengarkan apa yang dia utarakan, hanya mendengarkan, ingat hanya mendengarkan saja. Setelah dia cape dengan keluh kesahnya dan dia meminta pendapat kamu, baru kamu khutbahi dia, begitu pesan husband.
Akhirnya saya memaksakan diri untuk menerima teleponnya dan mendengarkan keluh kesahnya. Kemudian aku jalankan sesuai rencana.
Sejak saat itu, setiap kami bertemu ia merasa segan, malu dan rikuh. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk memindahkan sekolah anaknya.
Benarlah adanya bahwa jika kita melabuhkan pengharapan pada manusia maka siap-siaplah akan kecewa. Namun berharaplah pada Allah semata maka kita tidak akan menemukan kekecewaan.
Namun dengan porsi atau kadar kemampuan dari ketiga karakter tersebut yang dimiliki oleh setiap individu berbeda-beda dalam kapasitasnya sehingga menjadikan satu dengan yang lainnya merasa berbeda karena perbedaan dalam pencapaiannya.
Oleh karena itulah yang membedakan manusia dengan mahluk ciptaan Allah yang lainnya. Ada orang yang beruntung, yaiatu orang yang berubah dari berbuat buruk kemudian mengambil hikmahnya dan berubah menjadi orang yang baik. Ada orang yang celaka yaitu orang yang baik kemudian berubah menjadi orang yang buruk.
Aku melihat hal ini terjadi pada satu orang tua siswa sebut saja ibu shasha, yang aku kenal beberapa bulan ini. Dia orang tua siswa yang baru saja masuk karena pindah dari sekolah sebelumnya. Ternyata dia sudah memindahkan anaknya tiga kali dalam waktu dua tahun ini. Awalnya dia sering menjalin komunikasi dengan saya membahas berbagai hal, mulai dari politik, bedah buku yang pernah kami baca, sampai ke masalah sosial.
Namun waktu berjalan, saya melihat ada keganjilan dari sikap dan pembicaraan yang kadang sering terpeleset pada masalah pribadinya yg saya tak mengerti asal muasalnya. Ia berbicara ngalor ngidul kadang tak karuan inti pembicaraannya.
Hari berlalu, semakin saya mulai tahu karakter dan cara pandang pada sesuatu. Yang membuat aku gerah, setiap niat baiknya pada orang lain berawal dari suatu harapan.Ia mengatakan telah memberi ini dan itu pada si ini dan si itu, dan akhirnya sering kali ia dikecewakan karena tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Ia memberi hanya karena ia ingin mendapat balasan penghormatan dari yang di beri. Sering ia menyanjung orang lain hanya karena ia ingin disanjung pula.
Semakin hari ia semakin dekat pada saya. Katanya ia merasa senang, cocok, dan nyambung dengan saya. Saya disanjung habis-habisan. Saya cerdas dan tak pantas diingkungan seperti ini. dan seabreg sanjungan, Saya diajak ke rumahnya, sampai saya dinobatkan sebagai saudara ketemu gede, saya harus menjadi bagian dalam hidupnya.saya pun jadi mulai khawatir dengan kedekatan kami. Sampai setiap memulai hari saya selalu berdoa, "Ya Allah dekatkanlah aku dengann orang2 shaleh".
Satu hari yang sangat berkesan negatif terjadi. Saat itu kami para guru dan siswa sedang sibuk dengan kegiatan belajar di luar kelas, tiba-tiba kami dikejutkan dengan keributan di luar area sekolah. Kebetulan terlihat jelas dari tempat kami belajar. ternyata keributan itu berasal dari dua orang ibu. mereka saling baku hantam sambil mengumbar kata-kata pedas.
Sungguh yang paling mengejutkan lagi ternyata salah seorang diantaranya adalah ibu shasha yang saya kenal tampak banyak tahu hal-hal yang baik dan buruknya sesuatu tindakan.
Sepanjang hari sepulang kerja, hp saya berdering terus. Saya malas mengangkatnya karena itu dari ibu shasha. Saya sudah tahu arah pembaicaraan nya pasti seputar masalah kejadian itu. Namun mengindar pun saya pikir bukan penyelesaian. Saya mencoba menceritakan masalah dia pada husband. Husband meminta saya untuk mendengarkan apa yang dia utarakan, hanya mendengarkan, ingat hanya mendengarkan saja. Setelah dia cape dengan keluh kesahnya dan dia meminta pendapat kamu, baru kamu khutbahi dia, begitu pesan husband.
Akhirnya saya memaksakan diri untuk menerima teleponnya dan mendengarkan keluh kesahnya. Kemudian aku jalankan sesuai rencana.
Sejak saat itu, setiap kami bertemu ia merasa segan, malu dan rikuh. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk memindahkan sekolah anaknya.
Benarlah adanya bahwa jika kita melabuhkan pengharapan pada manusia maka siap-siaplah akan kecewa. Namun berharaplah pada Allah semata maka kita tidak akan menemukan kekecewaan.
uji kompetensi guru
Masya Allah, hari ini saya baru saja mengikuti tes uji kompetensi guru SD. Waah ternyata soalnya terdiri dari semua mapel ditambah dengan pengetahuan dan wawasan kependidikan. Cukup membuat saya harus berfikir keras untuk mencari jawaban yang tepat.
pemberitahuannya juga sangat mendadak. Hari Jum'at sore mendapat informasi dan surat panggilannya lalu Besoknya harus langsung menghadapi tes.Mungkin ini strateginya agar dapat mengukur kemampuan guru tersebut terhadap materi pelajaran yang ada di jenjang SD.Tapi, tetap saja ada guru yang mencari dan mencuri kesempatan untuk mendapatkan jawaban secara mencontek atau melalui info via telp. Geli juga denger dan lihat cara-cara yang mereka lakukan. Aduuh, bisa aja ya, menjdaikan penilaian tidak akurat lagi dan tidak terukur.
Mudah-mudahan saya lulus dan mendapatkan hasil yang memuaskan bahwa saya sudah kompeten di bidang ini.. Amiiin.
pemberitahuannya juga sangat mendadak. Hari Jum'at sore mendapat informasi dan surat panggilannya lalu Besoknya harus langsung menghadapi tes.Mungkin ini strateginya agar dapat mengukur kemampuan guru tersebut terhadap materi pelajaran yang ada di jenjang SD.Tapi, tetap saja ada guru yang mencari dan mencuri kesempatan untuk mendapatkan jawaban secara mencontek atau melalui info via telp. Geli juga denger dan lihat cara-cara yang mereka lakukan. Aduuh, bisa aja ya, menjdaikan penilaian tidak akurat lagi dan tidak terukur.
Mudah-mudahan saya lulus dan mendapatkan hasil yang memuaskan bahwa saya sudah kompeten di bidang ini.. Amiiin.
gerhana matahari cincin
Subhanallah, gerhana matahari yang terjadi bertepatan dengan tanggal hari raya imlek, ternyata gerhana matahari cincin. melihat gambarnya di televisi. Memang tampak seperti cincin, bulan hampir menutupi seluruh permukaan matahari tapi tersisa dan membentuk seperti cincin. Dan menurut para ilmuwan kedokteran pada saat terjadinya gerhana cincin ini, kita tidak boleh melihat secara langsung dengan mata telanjang, karena di akan mengakibatkan kebutaan.
shalat kusuf
Denger di berita hari ini akan terjadi peristiwa gerhana matahari pada jam 3an sore. Lalu aku baca-baca n cari info seputar tata cara melakukan shalat gerhana matahari yang dinamakan shalat kusuf.
Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa pada zaman Nabi SAW. pernah terjadi gerhana matahari dan Nabi SAw. menyerukan "aSH-SHALATU JAAMIAH" lalu para shahabat berbaris dbelakangnya dan melakukkan shalat kusuf.
Dari paparan beberapa hadits dan penjelasannya disimpulkan bahwa shalat kusuf itu berarti harus dikerjakan secara berjamaah dan hukum melakukannya adalah sunnah muakkad. Berarti sama dengan perintah shalat ied.
Namun ada satu penjelasan yang membolehkan melakukan dengan sendiri, akan tetapi tidak ada alasan yg dikemukakan, jd agak membingungkan.
Ya, mudah-mudahan mesjid di tempat sy mengadakan shalat berjamaah shalat kusuf.. Amiin.
Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa pada zaman Nabi SAW. pernah terjadi gerhana matahari dan Nabi SAw. menyerukan "aSH-SHALATU JAAMIAH" lalu para shahabat berbaris dbelakangnya dan melakukkan shalat kusuf.
Dari paparan beberapa hadits dan penjelasannya disimpulkan bahwa shalat kusuf itu berarti harus dikerjakan secara berjamaah dan hukum melakukannya adalah sunnah muakkad. Berarti sama dengan perintah shalat ied.
Namun ada satu penjelasan yang membolehkan melakukan dengan sendiri, akan tetapi tidak ada alasan yg dikemukakan, jd agak membingungkan.
Ya, mudah-mudahan mesjid di tempat sy mengadakan shalat berjamaah shalat kusuf.. Amiin.
Langganan:
Postingan (Atom)